Sistem Business Intelligence bisa menjadi jauh lebih efektif jika dipadukan dengan data warehouse yang tepat. Untuk dapat melakukan query, menganalisa dan menghasilkan laporan yang bermanfaat, sistem BI harus memiliki semua informasi yang relevan. Sayangnya informasi yang berkaitan dengan transaksi seperti data penjualan, data sumber daya manusia dll biasanya disimpan dalam berbagai aplikasi di dalam perusahaan dan disimpan secara fisik di database yang berbeda.
Kondisi ini akan mempersulit untuk mendapatkan informasi lengkap dan membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan laporan yang diharapkan hari ini oleh manajemen saati ingin menganalisis data dan hubungan antar perusahaan secara keseluruhan. Memiliki data yang berasal dari berbagai sumber ke satu lokasi di data warehouse menjadi sangat penting bagi keberhasilan Business Intelligence.

Biaya investasi untuk Data Warehouse mungkin terlihat cukup tinggi dalam jangka pendek, namun penting untuk melihatnya sebagai investasi jangka panjang. Ini akan mengurangi biaya pengembangan masa depan karena laporan yang diminta dapat dengan mudah difasilitasi.

Ketika mempertimbangkan untuk menerapkan Data Warehouse, hal itu seharusnya tidak dianggap sebagai proses komputerisasi yang semata-mata untuk bagian tersendiri dari perusahaan tetapi harus dilihat sebagai strategi baru bagi keseluruhan perusahaan.

Oleh karena itu, manajemen harus membangun strategi bagi perusahaan dan mengidentifikasi informasi yang mereka butuhkan di setiap arahan bisnis. Analis Bisnis perlu menganalisis sumber data organisasi sehingga mereka dapat membangun Data Warehouse yang paling efektif yang akan membantu proses baru.

Inti proses data warehouse adalah proses ETL (extract, transform, and load). Implementasi proses ini bukan hanya masalah IT tapi bisnis secara keseluruhan harus dilibatkan untuk memastikan mampu memenuhi kebutuhan bisnis. Proses ETL bertanggung jawab untuk menghubungkan dan mengekstrak data dari satu sumber atau lebih, mengubahnya sesuai dengan aturan bisnis yang ditetapkan dan memasukkannya ke dalam model data. Di sinilah kualitas data terbaik bisa tercapai.

Ada begitu banyak keuntungan jika menggunakan sistem semacam ini. Informasi mengenai nilai pelanggan, kampanye masa depan dan lini produk baru semuanya dapat diambil dari analisis yang akan tersedia. Ini akan menghasilkan retensi pelanggan yang tinggi dan penciptaan produk unik. Informasi akan tersedia bagi semua manajer di seluruh perusahaan sehingga manajer menengah dapat secara efektif mengelola sumber daya yang ada di departemennya masing-masing. Laporan kolaboratif ini akan meningkatkan efisiensi dan ketepatan perusahaan dan pengembalian investasi terhadap SDM akan meningkat pesat.